“On-premise atau cloud” adalah salah satu keputusan arsitektur AI paling sering ditanyakan. Jawaban terbaik jarang salah satu — melainkan kombinasi yang tepat. Panduan ini membantu memutuskan.
Membandingkan keduanya
| Aspek | On-premise | Cloud |
|---|---|---|
| Kendali & kedaulatan | Tertinggi | Bergantung penyedia |
| Biaya awal | Tinggi (perangkat keras) | Rendah (bayar pemakaian) |
| Skala | Terbatas kapasitas | Cepat dan elastis |
| Pemeliharaan | Tanggung jawab Anda | Ditangani penyedia |
| Cocok untuk | Data sangat sensitif, volume stabil | Beban umum, kebutuhan skala cepat |
Soal kedaulatan: cloud bukan otomatis tidak aman
Region cloud Indonesia memberi residensi data. Tetapi penyedia berbasis AS tetap terpapar US CLOUD Act, dan sektor teregulasi punya aturan tambahan (OJK, PP 71/2019). Untuk kedaulatan tertinggi, on-premise/lokal atau penyedia lokal lebih kuat.
Pendekatan hibrida
Yang paling sering tepat: data sensitif on-premise/lokal, beban umum di cloud. Pilih berdasarkan sensitivitas data, bukan tren. Lihat juga hosting AI di Indonesia.
Menjaga fleksibilitas
Kunci pendekatan hibrida adalah platform yang mendukung keduanya. osFoundry menjalankan model lokal, cloud API, atau self-hosted di GPU Anda dari satu workspace, dan bisa di-deploy di akun cloud Anda sendiri (BYO Cloud) — sehingga tiap beban kerja ditempatkan sesuai profil risikonya tanpa mengganti alat. dgm, mitra integrasi independen, membantu menentukan kombinasi on-premise dan cloud yang tepat.
Kesimpulan
Bukan “on-premise atau cloud”, melainkan beban kerja mana di mana. Tempatkan data sensitif di tempat paling berdaulat, beban umum di cloud untuk skala, dan pakai platform yang mendukung keduanya. Hubungi dgm untuk merancang arsitektur hibrida perusahaan Anda.