Tax holiday sering disalahpahami sebagai “dana gratis untuk teknologi”. Kenyataannya lebih spesifik. Panduan ini menjelaskannya untuk perusahaan Indonesia. Ini bukan nasihat pajak.
Apa itu tax holiday
Tax holiday adalah pengurangan PPh badan untuk investasi besar di industri pionir — bukan dana tunai atau subsidi pembelian software (PwC). Ia memberi imbalan atas investasi modal, bukan pembelian teknologi.
Ambang dan durasi
| Investasi | Manfaat |
|---|---|
| ≥ IDR 500 miliar | 100% pengurangan CIT, 5-20 tahun |
| IDR 100 miliar – <500 miliar | 50% pengurangan CIT, 5 tahun |
Diatur PMK 130/2020 (am. PMK 69/2024); revisi berlaku 2026 sedang disiapkan oleh Kemenkeu (Pajakku). Diadministrasikan via OSS oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Tax allowance: alternatifnya
Tax allowance adalah alternatif: pengurangan 30% investasi aset tetap berwujud (dicicil 5%/tahun selama 6 tahun), penyusutan dipercepat, dan keringanan lain — sama-sama terkait capex, bukan software (PwC).
Catatan Pillar Two
Pajak minimum global (Pillar Two) mengurangi nilai holiday bagi grup multinasional besar sejak 2025 lewat top-up tax (QDMTT); BKPM bahkan menyiapkan insentif pengganti (DDTC).
Relevansi AI & peran dgm
Tax holiday/allowance relevan untuk AI hanya bila Anda melakukan investasi modal besar yang memenuhi syarat — bukan sekadar mengadopsi alat. Untuk proyek AI itu sendiri, lihat super deduction litbang. dgm, mitra integrasi independen, membangun AI (mis. di atas osFoundry) tetapi bukan konsultan pajak; verifikasi kelayakan dengan penasihat pajak.
Kesimpulan
Tax holiday dan allowance memberi keringanan PPh atas investasi modal besar, bukan pembelian AI. Untuk adopsi AI, lever yang lebih tepat adalah super deduction litbang. Hubungi dgm untuk proyek AI; verifikasi insentif dengan penasihat pajak.