Ketika karyawan mulai memakai AI, pertanyaan “apa yang boleh?” muncul setiap hari. Tanpa kebijakan, jawabannya tidak konsisten dan berisiko. Panduan ini membantu menyusun kebijakan penggunaan AI internal untuk perusahaan Indonesia. Ini bukan nasihat hukum.

Mengapa kebijakan dibutuhkan

Tanpa kebijakan resmi, karyawan memakai berbagai alat AI publik sendiri — fenomena “shadow AI” — yang berisiko membocorkan data sensitif ke layanan tak terkontrol. Kebijakan memberi kejelasan, konsistensi, dan jalur yang aman.

Komponen inti kebijakan

  1. Ruang lingkup — siapa yang tercakup dan untuk kasus apa.
  2. Aturan data — data apa yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke alat AI; perlakuan khusus untuk data pribadi dan rahasia. Ini inti kebijakan.
  3. Daftar alat yang disetujui — untuk menghindari shadow AI.
  4. Tinjauan manusia — untuk keputusan berdampak tinggi.
  5. Tanggung jawab & akuntabilitas — siapa pemilik tiap kasus penggunaan.
  6. Rujukan kepatuhan — UU PDP, SE 9/2023, aturan sektor.

Aturan data: jantung kebijakan

Tegaskan dengan jelas, misalnya: data publik boleh; data internal hanya ke alat yang disetujui; data pribadi dan rahasia hanya ke sistem yang dikendalikan perusahaan (self-hosted/lokal). Ini selaras dengan UU PDP dan checklist kepatuhan.

Selaraskan dengan regulasi

Rujuk UU PDP, SE Menkominfo 9/2023, dan aturan sektor. Kebijakan menerjemahkan kerangka ini menjadi aturan sehari-hari yang dipahami karyawan — bagian dari tata kelola AI.

Buat kebijakan yang hidup

Kebijakan bukan dokumen sekali jadi. Tinjau berkala dan dukung dengan pelatihan. Platform seperti osFoundry membantu menegakkannya lewat alat yang disetujui dalam satu workspace, kontrol akses, dan jejak audit. dgm, mitra integrasi independen, membantu menyusun kebijakan yang sesuai konteks perusahaan Anda.

Kesimpulan

Kebijakan penggunaan AI internal mengubah “apa yang boleh?” dari pertanyaan harian menjadi aturan yang jelas: ruang lingkup, aturan data, alat yang disetujui, dan kepatuhan. Buat hidup dan didukung pelatihan. Hubungi dgm untuk menyusun kebijakan AI internal perusahaan Anda.